Antara Shalat Qiyamullail Dan Shalat Tahajjud, Apakah Sama Atau Beda?

Assalamualaikum teman-teman

Kali ini kita akan membahas sebutan shalat malam yang biasa kita kenal.. Apakah kita biasa menyebutnya shalat Qiyamullail atau shalat Tahajjud..

Lalu apa beda antara keduanya?

Temen-temen boleh simak kajian kita kali ini sambil duduk santai dan leyeh-leyeh.. 😀

Let’s check it out..

#1 Sholat Qiyamullail

Jika kita amati dari susunan kata bahasa arab, qiyamullail terdiri dari dua kata, yaitu qiyam dan lail.

Qiyam artinya berdiri dan lail artinya malam. Kalo digabung maknanya menjadi berdiri di malam hari.

Jika dikaitkan dengan ibadah sholat, maka makna qiyamulail adalah berdiri di malam hari melaksanakan sholat.

Sebagaimana kita ketahui, berdiri merupakan salah satu gerakan sholat. Selain berdiri ada pula gerakan lain seperti rukuk, i’tidal, sujud, duduk dan salam.

Lalu muncul pertanyaan, mengapa berdiri menjadi sorotan utama pada sholat malam? Sehingga muncul istilah qiyamullail.

Mengapa bukan gerakan sujud yang dijadikan sorotan utamanya?

Nah untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam berikut ini:

“Sebaik-baik shalat adalah yang lama berdirinya” (HR. Muslim)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam pernah ditanya oleh para sahabat:

“Shalat (malam) yang bagaimana yang paling utama?” Kemudian beliau menjawab: “(shalat malam) yang paling lama berdirinya” (HR. Muslim)

Berdasarkan rujukan dua hadits di atas dapat kita ambil pelajarannya, bahwa shalat malam itu bagusnya dikerjakan dengan bacaan yang panjang, sehingga berdirinya lebih mendominasi atau lebih lama berdirinya.

Oleh karena itu shalat malam sering disebut juga dengan shalat qiyamullail.

#2 Shalat Tahajjud

Shalat malam sering disebut juga dengan shalat tahajjud. Istilah ini mungkin yang paling sering kita dengar bukan?

Tapi tahukah temen-temen sebutan tahajjud ini memang sudah disebutkan di dalam Al-Quran.

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (T.Q.S Al-Isra: 79)

Jika dilihat dari susunan katanya. Tahajjud itu gabungan dari kata hajada ditambah huruf ta di depannya.

Dalam bahasa arab, sering ditemukan, satu kata jika ditambah satu satu huruf, maknanya menjadi berlawanan.

Hajada artinya tidur. Jika ditambah satu huruf ta menjadi tahajjud maka artinya adalah tidak tidur.

Makna tidak tidur di sini adalah..

Ketika waktu malam biasanya kita gunakan untuk tidur, tetapi malam itu kita bangun untuk melaksanakan shalat malam.

Ketika orang lain tengah terlelap tidur dalam mimpinya. Kita di malam itu tidak tidur karena melaksanakan shalat malam.

Jadi, secara bahasa.. siapapun yang mengerjakan shalat malam baik di awal malam, pertengahan malam, atau di akhir malam boleh dikatakan sebagai shalat tahajjud.

Lalu kemudian muncul pertanyaan, apakah shalat tahajjud itu harus tidur dulu?

Nah, jika kita kaji kembali ke makna awal, sebetulnya shalat tahajjud itu tidak harus tidur dulu. Karena makna tidak tidur, bukan berarti harus diawali dengan tidur dulu.

Sebagaimana Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam pernah mencontohkan, beliau pernah melaksanakan shalat malam bersama sebagian sahabat mulai dari awal malam sampai akhir malam.

Sahabat Nu’man bin Basyir, radiyallahu anhu, Ia berkata:

“Kami melaksanakan qiyamullail bersama Rasulullah shalallahu’alaiji wasallam pada malam ke 23 bulan Ramadhan, sampai sepertiga malam. Kemudian kami shalat lagi bersama beliau pada malam ke 25 Ramadhan sampai separuh malam. Kemudian beliau memimpin lagi pada malam ke 27 Ramadhan sampai kami menyangka tidak akan sempat mendapati sahur” (HR. Nasa’i, Ahmad, Hakim)

Berdasarkan hadits di atas, Rasulullah di malam ke 27 Ramadhan pernah melaksanakan shalat malam mulai dari awal sampai akhir malam tanpa tidur dulu.

Jadi kalau dikatakan tahajjud itu harus tidur dulu, berarti Rasulullah engga tahajjud dong.. Tentu engga begitu ya pengertiannya..

Belum lagi, sebagian sahabat ada yang bertugas menjaga keamanan, dan mereka tidak tidur tapi juga melaksanakan shalat malam bergantian dengan sahabat lain yang bertugas. Apakah kemudian dikatakan mereka engga melaksanakan shalat tahajjud..? Tentu tidak demikian ya teman..

Jadi kesimpulannya antara shalat qiyamullail dan shalat tahajjud adalah shalat yang sama. Hanya saja tergantung kita melihatnya dari sudut pandang mana.

Kalo kita melihat shalat malam dari lama berdirinya maka disebut shalat qiyamullail.

Namun jika kita melihatnya dari sisi tidak tidurnya, maka disebut shalat tahajjud.

Sampai di sini semoga cukup tercerahkan ya teman-teman..

Insya Allah pada sharing selanjutnya kita akan bahas makna shalat tarawih kaitannya dengan shalat malam.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s