Penemuan Angka Numerik 0,1,2,3..,9 Oleh Ilmuan Islam Al-Khawarizmi

Tulisan ini saya buat karena terinspirasi dari serial acara Khalifah Trans 7 dengan host Ustadz Budi Asyhari seorang ahli sejarah Islam.

Angka numerik, tentu kita semua sudah mengenalnya dan sering menggunakannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Angka-angka yang kita kenal mulai dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 telah banyak memberikan manfaat kepada umat manusia.

Angka-angka tersebut sering kita gunakan untuk menghitung, untuk menganalisis, untuk mengatur waktu, untuk memprediksi suatu kejadian, dan masih banyak lagi manfaat dari kehadiran angka numerik tersebut.

Tak terbayangkan apa jadinya jika angka numerik tersebut tidak pernah ada. Tentu manusia akan sangat repot hidupnya.

Sejarah Penemuan Angka Numerik

Dahulu di tahun sebelum 700M dunia mengenal konsep angka dari dua wilayah, yaitu dari wilayah eropa dan wilayah india.

Dari eropa orang-orang mengenal konsep angka romawi I, II, III, IV dst yang kemudian masih kita kenal sampai sekarang.

Lalu dari India orang-orang mengenal konsep angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 dengan tampilan atau bentuk sebagaimana yang kita tahu penomoran ayat di dalam mushaf Al-Quran.

Lho bukannya angka di dalam Al-Quran itu adalah angka arab?

Nah, bukan berarti konsep angkat tersebut ada di dalam Al-Quran lalu kemudian kita menganggapnya berasal dari arab ya..

Mari kita lihat sejarahnya..

Angka yang sering kita lihat di dalam Al-Quran pada awalnya dikenalkan oleh orang-orang India yang berada di sekitar negeri Persia.

Lalu ketika wilayah Islam meluas dan berhasil masuk hingga ke wilayah Persia, barulah orang-orang arab mengenal angka India.

Kemudian setelahnya angka India mulai banyak digunakan oleh orang-orang Islam sendiri dan dibawa ke tanah arab.

Setelah itu orang-orang arab menjadi terbiasa menggunakan konsep angka India tersebut untuk pekerjaan dalam urusan hitung menghitung di berbagai bidang pekerjaan.

Maka dari itu konsep penomoran tersebut digunakan pula dalam menulis nomor ayat di dalam Al-Quran.

Penemuan Angka Numerik oleh Al-Khawarizmi

Setelah orang-orang arab mengenal angka-angka dari India, pada masa-masa selanjutnya angka-angka tersebut kemudian dikembangkan oleh ilmuan-ilmuan Islam di Baghdad.

Dan salah satu pengembangan yang fenomenal adalah diubahnya bentuk angka-angka dari India tersebut menjadi seperti angka numerik yang kita kenal sekarang ini.

Penemuan fenomenal tersebut lahir dari kecerdasan seorang ilmuan Islam, Ia adalah Al-Khawarizmi rahimahullah ta’ala.

Al-khawarizmi memiliki nama asli Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi. Beliau dilahirkan di Bukhara dan hidup di tahun 780-850M.

Beliau dikenal pula sebagai penemu ilmu Matematika modern. Dan pernah menulis buku dengan judul Al-Jabr wal Muqaabalah.

Maka dari buku inilah kemudian dikenal istilah ilmu Al-Jabar yang kemudian kita kenal juga dengan istilah ilmu matematika.

Bahkan istilah ALGORITMA yang kita kenal dari istilah barat sebetulnya adalah dialeknya orang barat dalam menyebut nama Al-Khawarizmi.

Niat Awal Penelitian Di Bidang Angka

Al-Khawarizmi pada awalnya berpikir bagaimana supaya umat Islam merasa mudah dalam melakukan perhitungan.

Apalagi di dalam syariat Islam ada perintah Allah yang mewajibkan ketelitian dalam urusan menghitung. Contohnya menghitung harta, menghitung hutang piutang, menghitung zakat dan menghitung harta warisan.

Maka dari itu Al-Khawarizmi bepikir keras menemukan konsep angka agar umat Islam mudah melakukan ibadah yang kaitannya dengan urusan hisab (perhitungan).

Awal Penemuan Angka Al-Khawarizmi

Maka beliau pun mulai menganalisis konsep angka yang ada ketika itu yaitu angka romawi dan angka India.

Hasil analisis beliau ternyata masih terdapat kelemahan di angka-angka tersebut. Selain itu dirasa masih ada yang kurang dalam konsep angka tersebut.

Seperti angka romawi, punya keterbatasan ketika harus menuliskan angka ratusan.

Kemudian dalam konsep angka India, beliau menilai tidak memiliki filosofi dan lemah ketika memerlukan hitungan yang angkanya ratusan bahkan ribuan.

Maka kemudian beliau memperkenalkan konsep angka baru yang memiliki filosofi dan mensolusikan perhitungan yang besar dan rumit.

Filosofi Angka Al-Khawarizmi

Setiap bentuk dan penyebutan angka merepresentasikan banyaknya sudut.

Misalnya bentuk angka 0, tidak mempunyai sudut, kemudian bentuk angka 1 mempunyai satu sudut. Kemudian bentuk angka 2 mempunyai dua sudut (bentuk awalnya seperi huruf Z), kemudian angka 3 mempunyai tiga sudut, dan seterusnya sampai angka 9 mempunyai sembilan sudut.

Buat yang masih penasaran… Anda bisa mencoba menghitung jumlah sudut masing-masing angka pada gambar di bawah ini ^_^

Semoga tulisan ini dapat mencerahkan, dan mengubah anggapan sebelumnya bahwa ternyata angka yang biasa kita gunakan saat ini merupakan karya besar ilmuan Islam.

Lalu kehebatan penemuan digital saat ini sesungguhnya merupakan pengembangan-pengembangan ilmu yang fondasinya sudah ditemukan sejak ratusan tahun yang lalu dari generasi emas Islam.

Semoga ini menjadi amal zariyah yang terus mengalir kepada Al-Khawarizmi atas karya-karya nya yang fenomenal untuk seluruh umat manusia.

Follow akun media social kami untuk mengikuti artikel inspiratif seperti ini:

 

Advertisements

2 thoughts on “Penemuan Angka Numerik 0,1,2,3..,9 Oleh Ilmuan Islam Al-Khawarizmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s