Sedekah Tidak Mengurangi Harta

Sedekah tidaklah mengurangi harta, akan tetapi justru menambah kelanggengan harta orang tersebut. Hal ini ditegaskan hadits dari Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam, “Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (H.R Muslim)


Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)

Mari kita simak kisah menarik dari ulama Rabi’i bin Haitsam, di akhir kehidupannya Rabi’i bin Haitsam sempat struk setengah badan. Lalu datanglah dua orang muridnya bertamu ke rumahnya untuk menjenguk dan menemui gurunya.

Ketika muridnya sudah berjumpa dan mau mengobrol, tiba-tiba anaknya Rabi’i bin Haitsam masuk ke ruang tamu lalu berkata, “Wahai ayahku semoga Allah senantiasa menjaga engkau, ibu membuatkan makan halwa untuk engkau, ibu berharap engkau memakannya.” Lalu Rabi’i bin Haitsam menjawab, “Baiklah, keluarkan saja makanannya.”

Lalu kemudian halwa ini disajikan dihadapan Rabi’i bin Haitsam dan tamunya. Perlu diketahui halwa ini adalah makanan yang mahal, karena bahan-bahannya mahal dan buatnya juga susah. Namun makanan ini enak sekali. Makanan ini biasa dimakan oleh pajabat-pejabat ketika itu.

Baru saja Rabi’i bin Haitsam hendak mengambil sepotong halwa, lalu kemudian terdengar ada yang mengetuk pintu. Lalu dia memberi isyarat kepada anaknya untuk membukakan pintunya. Lalu diketahui ternyata yang mengetuk pintu ini adalah orang gila dengan pakaiannya yang lusuh tidak memakai alas kaki menjulurkan tangannya isyarat meminta makan.

Lalu anaknya kembali ke ayahnya dan menyampaikan bahwa ada orang gila meminta makanan. Maka Rabi’i bin Haitsam menyuruh anaknya membawakan makanan halwa tersebut untuk orang gila itu. Setengah kebingungan anaknya lalu membawa halwa dengan nampannya semua ke hadapan orang gila itu.

Tidak disangka ternyata orang gila itu memakan habis halwa yang dibawakan kepadanya, setelah selesai dia makan dilemparkannya nampan itu. Anakanya melihat kejadian itu kesal sekali lalu bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, semoga Allah menjaga ayah, tadi itu orang gila yang meminta makanan, dia tidak mengerti nilai makanan yang engkau berikan… mengapa engkau berikan makanan halwa itu kepadanya? Mengapa engkau tidak menyuruhku mengambilkan sepotong roti saja dari dapur?”

Lalu Rabi’i bin Haitsam menjawab, “Wahai anakku, tidak mengapa orang gila itu tidak mengerti nilai makanannya, yang penting buat Allah tahu nilainya.” Dan beliau pun mengingatkan kepada anaknya, kita tidak akan mendapatkan balasan sempurna dari apa yang disedekahkan, sampai kita mengeluarkan apa yang paling kita cintai.

Pelajaran yang luar biasa, bagaimana Rabi’i bin Haitsam tidak menyepelekan orang gila yang meminta makanan. Bahkan beliau memberikan makanan halwa yang spesial disiapkan oleh istrinya khusus buat beliau, namun ternyata makanan mahal itu dia berikan kepada orang gila.

Di sinilah letak keyakinan Rabi’i bin Haitsam bahwa Allah Maha Mengetahui isi hati beliau dan niat beliau, maka dia yakin Allah akan membalasnya dengan ganjaran yang lebih baik dari apa yang ia sedekahkan.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah ini.

ADLAN MUSLIM
http://www.adlanmuslim.com
Line @adlanmuslim
Instagram @adlanmuslim

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s